RO: Aturan Main Air Bersih di Indonesia!

·

·







RO: Aturan Main Air Bersih di Indonesia!


Ketersediaan air bersih merupakan isu krusial di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi Reverse Osmosis (RO) semakin banyak digunakan dalam sistem pengolahan air (water treatment). Namun, penggunaan sistem RO diatur oleh berbagai regulasi dan standar pemerintah untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan aman dan berkelanjutan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang regulasi dan standar tersebut di Indonesia.

Mengapa Regulasi RO Penting?

Regulasi dan standar pemerintah terkait penggunaan sistem RO dalam water treatment sangat penting karena beberapa alasan:

  • Kualitas Air: Memastikan air yang dihasilkan memenuhi standar kualitas air minum atau air bersih yang ditetapkan.
  • Kesehatan Masyarakat: Melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk penggunaan air yang tidak memenuhi standar.
  • Lingkungan: Memastikan proses pengolahan air tidak mencemari lingkungan, terutama terkait pembuangan konsentrat RO.
  • Keberlanjutan: Mendorong penggunaan teknologi RO yang efisien dan berkelanjutan.

Regulasi Utama Penggunaan Sistem RO di Indonesia

Beberapa regulasi utama yang mengatur penggunaan sistem RO dalam water treatment di Indonesia antara lain:

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)

Permenkes mengatur standar kualitas air minum dan air bersih. Sistem RO yang digunakan untuk menghasilkan air minum atau air bersih harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Permenkes yang berlaku. Misalnya, Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

PP ini mengatur tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Sistem RO yang menghasilkan limbah cair (konsentrat) harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Biasanya, diperlukan izin pembuangan limbah cair (IPLC) sebelum mengoperasikan sistem RO.

Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait Sistem Pengolahan Air

SNI menyediakan panduan teknis tentang desain, instalasi, dan operasional sistem pengolahan air, termasuk sistem RO. SNI ini membantu memastikan bahwa sistem RO dibangun dan dioperasikan dengan benar.

Peraturan Daerah (Perda)

Pemerintah daerah juga dapat mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur penggunaan sistem RO di wilayahnya. Perda ini biasanya lebih spesifik dan disesuaikan dengan kondisi lokal.

Standar Kualitas Air yang Harus Dipenuhi Sistem RO

Sistem RO harus menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas air yang ditetapkan dalam regulasi yang berlaku. Parameter kualitas air yang biasanya diatur meliputi:

  • Parameter Fisik: Kekeruhan, warna, bau, rasa, dan suhu.
  • Parameter Kimia: pH, TDS (Total Dissolved Solids), kandungan logam berat (seperti timbal, merkuri, dan arsen), kandungan senyawa organik, dan kandungan disinfektan (seperti klorin).
  • Parameter Mikrobiologi: Total bakteri koliform dan E. coli.

Tantangan dalam Penerapan Regulasi RO

Meskipun regulasi dan standar telah ditetapkan, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya:

  • Kurangnya Sosialisasi: Kurangnya sosialisasi regulasi kepada masyarakat dan pelaku industri.
  • Penegakan Hukum yang Lemah: Penegakan hukum yang kurang tegas terhadap pelanggaran regulasi.
  • Biaya Kepatuhan: Biaya kepatuhan terhadap regulasi yang tinggi, terutama bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

Kesimpulan

Regulasi dan standar pemerintah terkait penggunaan sistem RO dalam water treatment di Indonesia sangat penting untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan aman dan berkelanjutan. Pelaku industri dan masyarakat perlu memahami dan mematuhi regulasi tersebut untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pemerintah juga perlu meningkatkan sosialisasi dan penegakan hukum untuk memastikan regulasi diterapkan secara efektif.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *